Cerpen Kita Archive

  • Aneh. Ini sungguh-sungguh keanehan yang terjadi. Dalam waktu kurang dari 10 menit aku telah lima kali mondar-mandir di Loket 6 untuk menukarkan tiket yang kubeli seharga dua dolar lima puluh […]

    NEGERI MALAM

    Aneh. Ini sungguh-sungguh keanehan yang terjadi. Dalam waktu kurang dari 10 menit aku telah lima kali mondar-mandir di Loket 6 untuk menukarkan tiket yang kubeli seharga dua dolar lima puluh […]

    Continue Reading...

  • Cerita Pendek Naning Pranoto Embun merapuh, aku kehilangan Subuh. Jiwaku kosong, tiada yang merengkuh.  Perempuan itu, yang mengaku pengasuhku, kemarin tubuhnya dibasuh. Payung kuning, mendung pekat berarak, keranda, air mataku […]

    Perempuan Di Luar Ruang

    Cerita Pendek Naning Pranoto Embun merapuh, aku kehilangan Subuh. Jiwaku kosong, tiada yang merengkuh.  Perempuan itu, yang mengaku pengasuhku, kemarin tubuhnya dibasuh. Payung kuning, mendung pekat berarak, keranda, air mataku […]

    Continue Reading...

  • Oleh  Naning Pranoto Merendam kedua telapak kakimu dengan air suam-suam kuku bergaram, adalah tugas utamaku saat kau mengunjungi rumah bilikku. Selanjutnya, telapak kakimu kubasuh dengan air dingin dan kukeringkan dengan […]

    Kepada Lelaki-ku

    Oleh  Naning Pranoto Merendam kedua telapak kakimu dengan air suam-suam kuku bergaram, adalah tugas utamaku saat kau mengunjungi rumah bilikku. Selanjutnya, telapak kakimu kubasuh dengan air dingin dan kukeringkan dengan […]

    Continue Reading...

  • Oleh Naning Pranoto Kita maksudku, aku dan kau, kini berada di dua titik berbeda: jauh dan makin jauh. Kita adalah dua orang asing. Itu menurutku. Sejak? Ya, sejak kau berubah. […]

    Ranting Bergoyang

    Oleh Naning Pranoto Kita maksudku, aku dan kau, kini berada di dua titik berbeda: jauh dan makin jauh. Kita adalah dua orang asing. Itu menurutku. Sejak? Ya, sejak kau berubah. […]

    Continue Reading...

  • Oleh Naning Pranoto Dimuat di Replubika 01/06/2008 Pukul 05.45, taksi biru tua yang dikemudikan Begjo distop oleh seorang lelaki tua bertopi pet, di dekat pintu tol jalur ke Jagorawi. ”Antar […]

    Sopir Taksi dan Sebuah Kepala

    Oleh Naning Pranoto Dimuat di Replubika 01/06/2008 Pukul 05.45, taksi biru tua yang dikemudikan Begjo distop oleh seorang lelaki tua bertopi pet, di dekat pintu tol jalur ke Jagorawi. ”Antar […]

    Continue Reading...

  • Oleh Naning Pranoto Sulit melukiskan kecantikannya, tapi bisa kusederhanakan demikian: kulitnya hitam manis seperti umumnya gadis Jawa. Lalu? Oh, iya, rambutnya hitam kemilau, panjangnya hingga ke pinggangnya yang ramping. Matanya? […]

    KEKASIH DARI OKINAWA

    Oleh Naning Pranoto Sulit melukiskan kecantikannya, tapi bisa kusederhanakan demikian: kulitnya hitam manis seperti umumnya gadis Jawa. Lalu? Oh, iya, rambutnya hitam kemilau, panjangnya hingga ke pinggangnya yang ramping. Matanya? […]

    Continue Reading...

  • Cerpen Naning Pranoto Harapan adalah mimpi yang berjalan, kata Aristoteles. Perempuan bertopi anyaman pandan itu berjalan bersamanya. Ia  menyusuri jalan setapak  berkelok yang menggurat hamparan   kebun sebuah penjara di Creek  […]

    PEREMPUAN DI BAWAH POHON EK

    Cerpen Naning Pranoto Harapan adalah mimpi yang berjalan, kata Aristoteles. Perempuan bertopi anyaman pandan itu berjalan bersamanya. Ia  menyusuri jalan setapak  berkelok yang menggurat hamparan   kebun sebuah penjara di Creek  […]

    Continue Reading...

  • Oleh Naning Pranoto Kulihat ratusan ribu bibir biru di layar kaca saat gelar konser World Cup 2010 Opening Ceremony di Orlando Stadium di Soweto Johannesburg Afsel 11 Juni lalu. Bibir-bibir […]

    Bibir Biru

    Oleh Naning Pranoto Kulihat ratusan ribu bibir biru di layar kaca saat gelar konser World Cup 2010 Opening Ceremony di Orlando Stadium di Soweto Johannesburg Afsel 11 Juni lalu. Bibir-bibir […]

    Continue Reading...

  • Cerita Pendek Naning Pranoto Kujabat tangannya yang mulus, berkuku artistik bercat merah jambu. Ohhh, lembut sekali telapak tangan itu. Tubuhnya yang mungil-molek beraroma paduan sari mawar dan melati. Rambut dan […]

    Meleleh Bersama Brenda da Costa

    Cerita Pendek Naning Pranoto Kujabat tangannya yang mulus, berkuku artistik bercat merah jambu. Ohhh, lembut sekali telapak tangan itu. Tubuhnya yang mungil-molek beraroma paduan sari mawar dan melati. Rambut dan […]

    Continue Reading...

  • Cerpen NANING PRANOTO “Mama! Mama!” Tiba-tiba ada balagita, seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun, memanggilku mama. Ia juga memelukku erat-erat. Itu terjadi, di suatu sore ketika aku cuci mata […]

    CERITA DARI FILIPINA

    Cerpen NANING PRANOTO “Mama! Mama!” Tiba-tiba ada balagita, seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun, memanggilku mama. Ia juga memelukku erat-erat. Itu terjadi, di suatu sore ketika aku cuci mata […]

    Continue Reading...

Page 1 of 212