About  |  Home  |  Email  |  Members  |  Profil  |  Populer  
 
 
Persada Pendidikan dan Kebudayaan   
 R u b r i k
Academic Writing
Agenda Budaya
Book Club
Canda Kreatif
Cerpenkita
Creative Writing
Film dan Teater
Garda Budaya
Intelektualita
Karir
Karya Pemenang Lomba Penulisan
Kultura & Sastra
Pendidikan
Politik & Filsafat
Wawancara
 Garda Budaya
MANUSIA DAN BAHASA
Karya Sides Sudyarto DS
Sembilan puluh persen kegagalan manusia disebabkan kegagalan bahasa. Namun demikian tidak semua manusia peduli apa itu bahasa. Kelebihan manusia ialah, karena ia punya bahasa. Binatang dan tetumbuhan tidak punya bahasa. Kesalahan yang umum terjadi ialah, manusia...
24 April 2009 - 16:00
Arsip... 
 Wawancara
NANING PRANOTO bersama FIRA BASUKI:
ANTARA PESONA DAN KREATIVITAS NOVELIS
Fira Basuki: cerdas, kreatif, ramah dan mempesona! Daya pesonanya terpancar dari inner-beauty yang membalut jiwanya. Kecerdasannya terasah dari studinya di bidang antropologi di Universitas Indonesia dan studi ilmu komunikasi serta kehumasan di...
27 April 2009 - 17:07
Naning Pranoto: Menulis Saja Seperti Bernafas
Sumber: www.pembelajar.com
Jika bicara topik creative writing, maka jangan ragu lagi, Naning Pranoto-lah pakarnya. Dialah satu di antara sedikit penulis yang benar-benar menekuni dunia creative writing, sekaligus secara formal belajar mengenai bidang tersebut di University of Western,...
02 November 2006 - 07:37
Arsip... 
 Dapur Mini Bergizi
MIE REBUS ALA RAMEN
Ada yang beranggapan makan mie instant tidak baik untuk kesehatan, karena mengandung vetsin cukup tinggi. Bila Anda suka menyantap mie dan menghindari mie instant maka sebagai penggantinya Anda dapat memasak mie rebus ala ramen. Selain sehat, rasanya juga lezat. Ramen disebut juga sebagai chuka-soba...
06 Pebruari 2005 - 10:37
Arsip... 
 Politik & Filsafat

13 Agustus 2005 - 10:57   (Diposting oleh: redaksi)
Wayang, Kebudayaan dan Nasionalisme Poskolonial    
Oleh Sides Sudyarto DS

Pengantar

Wayang sebagai produk budaya masih sering disalahpahami oleh orang asing, juga oleh orang kita sendiri. Wayang berakar kuat dalam masyarakat Bali, Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur), masyarakat Sunda (Jawa Barat). Tetapi bahkan dalam masyarakat Jawa sendiri, salah tafsir itu pun masih juga terjadi.

Posisi wayang sebagai produk kultural bangsa kita, sekarang ini posisinya makin terdesak. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal, antara lain, sulitnya memahami wayang bagi generasi mutakhir, sebagai akibat semakin ditinggalkannya bahasa Jawa karena kecenderungan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor eksternal, masuknya nilai-nilai budaya dari luar yang kemudian lebih populer ketimbang wayang, seperti musik dangdut yang kian dahsyat memasyarakat, musik Barat seperti The Beattle, Spultura, Gun & Roses, peredaran film Barat, film silat Mandarin, film India, dsb.

Pertanyaan yang sewajarnya timbul ialah, apakah wayang akan mampu bertahan menghadapi gempuran-gempuran dari dalam dan dari luar yang membanjir dan menggebu. Jawabannya minimal ada dua sikap, yakni yang optimistis dan yang pesimistis. Tetapi yang pasti, tradisi apa pun dengan nilai adiluhung seperti apa pun, akan memudar, manakala ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya.

Kebudayaan

Karena wayang adalah produk kebudayaan, maka di sini kita membicarakan apa itu kebudayaan menurut beberapa pakar. Tidak akan kita lupakan, bahwa telah amat banyak orang membuat definisi kebudayaan yang berbeda-beda karena cara pandang yang berbeda pula. Tentu tidak semua pendapat kita biacarakan, hanya sedikit saja, karena terbatasnya peluang untuk itu.

Edward Burnettt Taylor
E.B. Taylor yang dipandang sebagai Bapak Antropologi Modern mendefinisikan kebudayaan (culture) sebagai berikut:
That complex whole which includes knowledge, belief, art, morals, law, custom, and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society. (Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat dan setiap kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat)

Kritik:
Definisi Taylor itu merupakan jawaban dari pertanyaan: Apakah kebudayaan itu? Meskipun definisi itu begitu lengkap cakupannya, namun tidak berarti tanpa kelemahan. Khususnya menyangkut masalah kepercayaan. Jika yang dimaksud kepercayaan di situ adalah nonagama, pendapat Taylor itu bisa diterima. Tetapi jika yang dimaksud kepercayaan (belief) adalah agama, tentu banyak kalangan beragama yang keberatan. Mereka yang berkeberatan adalah golongan yang memandang agama (samawi) tidak termasuk kebudayaan.

Kebudayaan terkait dengan manusia, agama terkait dengan Tuhan sebagai sumbernya.

A.L. Kroeber & Clyde Kluckhohn
Kedua pakar antropologi dari Amerika itu telah mengumpulkan 160 definisi kebudayaan dan itu pun belum mencakup seluruh literatur yang ada. Setelah membahas banyak definisi itu, Kroeber dan Kluckhohn sampai pada definisi kebudayaan (culture): Culture consists of patterns, explicit and implicit, of and for behaviour acquired and and transmitted by symbols, constituting the distinctive achievement of human groups, including their embodiment in artifacts; the essential core of culture consists of traditional (i.e. historically derived and selected) ideas and especially their attached values, culture system may, on the one hand, be considered as products of action, on the other as conditioning elements of further action.

Halaman:  [ 1 ]  2  3  4  5  6  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 14667 | Refer: 3 | Print: 4196 | Rate: 7.00 / 2 votes | Comment: 448)

Sebelumnya:
Membisniskan Kemiskinan – 14 Maret 2005 - 04:41
Politik Bencana Dan Bencana Poltik – 07 Januari 2005 - 09:16

 Book Club
PENYERAHAN ANUGERAH LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD-2009
SEDERHANA TAPI PENUH MAKNA
Sederhana tapi penuh makna! Barangkali kalimat tersebut yang paling tepat untuk melukiskan situasi acara penyerahan anugerah LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD bagi para pemenang LMCR-2009. Bertempat di PDS HB Jassin Komplek TIM, para tamu hadir dengan penuh...
30 November 2009 - 07:29
MENCARI WAJAH IBU DAN KEMARAU
Press Release
LMCR-2009 untuk memperebutkan LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD telah ditutup awal November 2009. Para pemenangnya menerima hadiah Rabu, 25 November 2009 di PDS HB Jassin Komplek TIM Jakarta. Naskah yang masuk sebanyak 6007 judul. Pesertanya tidak hanya dari dalam negeri,...
30 November 2009 - 07:26
LOMBA MENULIS CERITA REMAJA
Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) merupakan upaya multi guna. Ketua penyelenggara LMCR Dra. Naning Pranoto, MA, dalam setiap kesempatan menjelaskan berbagai aspek positif lomba tersebut. Dengan lomba menulis, ujarnya, masyarakat terpelajar diperkenalkan dengan creative writing atau penulisan kreatif. Dengan menulis,...
01 November 2009 - 03:07
SAMBUTAN KETUA YAYASAN RAYAKULTURA
Hasil Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) tahun 2009 ini menunjukkan berbagai keunggulan kuantitatif dan kualitatif yang mengejutkan. Dari segi kuantitas, peserta semakin meningkat jumlahnya. Rata-rata setiap tahunnya masuk lima ribu naskah peserta. Untuk tahun ini tercatat hampir enam ribu naskah. Dari segi kualitas,...
01 November 2009 - 02:49
PENGUMUMAN FINALIS DUTA LIP ICE 2009
DISELEKSI DARI PESERTA KONTES MENJADI DUTA LIP ICE 2009
1. Indah Anggraini – Bandung 2. Shahnaz Fitriah M – Jakarta 3. Irmalia Clara Intan – Surakarta 4. Rr. Adhita Wulandari – Malang 5. Stephania VG – Surabaya 6. Ellena Wulandari – Bantul, Yogyakarta 7. Winasah Suharti –...
29 Oktober 2009 - 17:30
PENGUMUMAN PENTING::Bagi Seluruh Pemenang LMCR-2009
1. Semua pemenang akan dihubungi panitia melalui SMS (bila peserta mencantumkan No.HP) dan surat pemberitahuan resmi bagi yang belum terhubungi melalui SMS. Jika ada para pemenang yang tidak dihubungi panitia itu berarti mereka tidak mencantumkan alamat lengkap. Maka dari itu, silakan e-mail ke lmcr.2009@gmail.com...
29 Oktober 2009 - 17:12
Arsip... 
 Artikel Terbaru
Academic Writing:
Tulisan Yang Baik dan Seni Menulis Cepat
Academic Writing
Agenda Budaya:
MAROELI SIMBOLON DAN KARYANYA ANTOLOGI CERPEN -SEPASANG LUKA CINTA
Agenda Budaya
Book Club:
PENYERAHAN ANUGERAH LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD-2009
Book Club
Canda Kreatif:
Kebun belakang rumah
Canda Kreatif
Cerpenkita:
Meleleh Bersama Brenda da Costa
Cerpenkita
Creative Writing:
KELEMAHAN KARYA-KARYA MASA KINI
Creative Writing
Film dan Teater:
EKSPLORASI LINIER EKI Dance Company
Film dan Teater
Garda Budaya:
MANUSIA DAN BAHASA
Garda Budaya
Intelektualita:
PESANTREN: Benteng Kejayaan ISLAM Dari Zaman Ke Zaman
Intelektualita
Karir:
KIAT Menjadi SDM Unggul
Karir
Karya Pemenang Lomba Penulisan:
MENCARI WAJAH IBU
Karya Pemenang Lomba Penulisan
Kultura & Sastra:
Stuart ROBSON DAN EMPU KANWA
Kultura & Sastra
Pendidikan:
RENUNGAN TENTANG BAHASA
Pendidikan
Politik & Filsafat:
Wayang, Kebudayaan dan Nasionalisme Poskolonial
Politik & Filsafat
Wawancara:
NANING PRANOTO bersama FIRA BASUKI:
Wawancara
Rayakultura: About  |  Home  |  Email  |  Members  |  Profil |  Populer  
Feature: Dapur Mini Bergizi  |  Kantong Kuis  |  Karir  |  Kiat Wirausaha  |  Klik Cantik |  Klik Sehat  
© RayaKultura.Net., All Rights Reserved